BE YOURSELF, SURE TO GOD, LOVE FAMILY, AND ALWAYS DO MY BEST

Jumat, 06 September 2013

SAD NOT BEAUTIFUL BUT TRAGIC

Disaat aku lelah untuk menjalani ini semua, ketika aku tau dimana letak kesedihan terbesarku, disaat aku ingin menusukkan beda tajam ini. Seperti ingin merasakan pedih yang ia rasakan waktu itu. Tuhan memang adil, dia merasakan apa yang aku rasakan waktu itu. masih dengan air mata yang sama, masih sama dengan kata-kata yang sama. 

"Bukan seperti itu, ini bukan keputusannya. Aku yang terlalu bodoh telah menyakitimu" aku yakin itu bukan kata-kata yang sudah ia rangkai sedemikian rupanya agar aku tak terluka. Pembohong. Freak.

"Apa kau masih menyayangiku?" Bodoh! apa yang aku katakan? itu sama saja mengharapkan Cintanya. 

"Tentu saja, aku menyayangimu tetapi tidak lebih" aku tahu ketahu dirian ku memang terlambat. 

"Ahhh.....!!! apa yang barusan ku tanyakan? lupakan, Ndri." sebut saja dia Andri. Mahasiswa dengan tubuh tegap anak Kedokteran dengan kumis tipis. 

"Hey, apa kau kira kau bertanya seperti itu akan membuat kau mengharapkanku lagi" Andri 3 tahun ini kau lebih mengetahui diriku ternyata. 

"Tentu saja tidak, aku bertanya tidak boleh memangnya?" HA-HA wanita tidak pernah berbeda, masih mempunyai pelupuk mata yang sangat kuat untuk menampung air matanya. 

"Tuhan, apa aku sejahat ini memberikanku wanita sesempurna ini?" ledekkan Andri tak pernah membuat ku tertawa semeringah dulu sejak 6 hari lalu. 

"Apa yang kau bicarakan? sudahlah. Oiya, gimana Riana? dia sudah menyayangimu seperti aku menyayangimu? satu lagi, aku tahu ini memang sakit dan memang sudah tidak lazim lagi jika aku tidak menangis, jangan kau sakiti Riana ya, dia Sahabatku bukan musuhku yang harus kau basmi seperi 1,5 tahun lalu" Tertawa kita pecah tetapi sama saja air mata ini masih tertampung kuat. 

"Apalah kau ini? aku tidak akan menyakiti dia. bahkan aku merasa menyyakitimu seperti aku dijemput oleh algozo dan siap di Eksekusi" Ledek Andri. 


Obrolan kita sore itu sangatlah membuat air mata ini jatuh beberapa detik kepergian Andri.
"Tuhan, jika ini akhir waktu ku, ambil aku sekarang tuhan. aku tak sanggup, cinta yang aku tanam dan aku siram dengan air jernih kau ludahi begitu saja. Maafkan aku jika aku keterlaluan mencinta Andri tapi hati seorang wanita seperti ini" tangisan ku meledak. 

disisi lain Andri belum sepenuhnya meninggalkan Shifa. hatinya seperti tersaya wanita yang ia kasihi selama kurang lebih 3 tahun harus terhempas begitu saja oleh karena dia mementingkan perasaan temannya yang menyukai ku sebelum kita menjalani hubungan. apa tuhan masih tega memberi ia air mata sedangkan air mata yang ia keluarkan sudah terlalu banyak. 

"Shifa, aku berjanji akan menyayangi Riana seperti aku menyayangimu. maaf jika aku terlalu jahat mementingkan permintaanmu ketimbang perasaan mu. karena aku takut jika aku tidak menuruti kau akan memebenci ku. sesungguhnya hanya engkaulah yang akuu sayang sampai kapanpun" *BUKKK* ucapan pelan yang diiringi jalan menuju parkiran seberang sana di akhiri dengan suara Truk besar menghantamku. hanya aku, Andri lelaki bodoh. 

mataku, Andri tidak sepenuhnya tertutup saat itu masih bisa melihat air mata Shifa yang membuatku terasa semakin sakit waktu itu. 

"Andri, kuatlah ambulance akan segera datang. aku mencintaimu, kau akan selalu menjadi bagian hidupku, jangan pergi Andri kuatlah demi aku dan keluargamu" isak tangis wanita ini meledak seketika melihat mataku yang tinggal 2 detik lagi akan tertutup. 

"Shifa, a..ku sa...ya..ng sam...a ka....mu" Selamat tinggal cinta 3 tahun lalu yang aku bina dengan canda tawa. Hai kalian, aku Andri dengan sejuta kebodohanakhirnya pergi. 

"TIDAAAAAAKKKKK......... ANDRI BANGUN KAMU BECANDA KAN? LIHAT AKU SEKARANG BUKA MATA KAMU" tak habis-hbais juga air mata ini, sial! habislah jika habis aku akan menangis darah dan menggantikan darah Andri yang keluar sia-sia itu. Tuhan! aku benci padamu. 


Ucapan tempo hari sangat ku sesali, aku tak membencimu tuhan. aku menyayangimu karena telah mengambil andri dan tidak membiarkan sakit ini berlanjut. 

"Andri, jika hanya ada satu laki-laki sepertimu sekarang tetapi berbeda sifat dan ketegasanmu aku memilih tidak akan menikah ketimbang harus menggantikan mu dengan yang lain. Andri kau masih menjadi pisau belati yang sanagt tajam karena kau memilih Riana atas permintaanku. Andri kau masih menjadi tinta di pena ku. Andri kau masih menjadi sapu atas hancurnya hati ini. Andri kau masih menjadi pelupuk di mataku dan menahan air mata ini. Andri tetaplah menjadi tinta di penaku. Selamat tinggal, aku yakin kau akan menemukan bidadari disurga nanti. Aku pamit, air mataku sudah habis dan pelupuk sudah tua dan tak kuat menahan air mata karena kepergianmu." Aku merasakan angin yang sanagt lembut mengiringi keberanjakanku dari Makam Andri aku menengok ke belakang dan menatap makam andri "Andri, terima kasih ternyata kau masih bisa mengiri kepergianku. Sampai jumpa nanti"


THANKS FOR READING. INI SPONTAN BANGET KEPIKIRAN PENGEN BIKIN CERPEN DENGAN SUASANA HARU KAYA GINI :') 
IF YOU READ LEAVE A COMMENT! THX^^ 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar