BE YOURSELF, SURE TO GOD, LOVE FAMILY, AND ALWAYS DO MY BEST

Rabu, 04 September 2013

BSS (BIEBER SHORT STORY)


I DO NOT KNOW HOW RETRIEVE GRAIN ROSE  PETALS AND THAT TEARS. 





Matahari mulai menampakkan sinarnya melalui celah-celah jendela kamarku. Begitupun dengan aku yang sudah siap di depan meja riasku untuk merias wajahku yang mungil ini dengan mata berwarna coklat. “Bagaimana ini,apa dia akan mencintaiku nanti?” gumamku sambil melihat kea rah cermin yang menampakkan diriku. Aku sangat takut dengan semua ini, aku takut nanti ia tidak akan mencintaiku. Aku takut ia akan menyiksa ku seperti di film-film yang pernah ku tonton. Aku takut ia tidak menganggapku ada setelah pernikahan ini. YAP! Hari ini adalah hari pernikahanku dengan seorang anak rekan Papah ku, Om Jeremy. Ini adalah pernikahan terpaksa yang hanya didasari janji sewaktu SMA kedua orang tua kami. “Kami akan menjodohkanmu dengan anak kami, Justin Drew Bieber” ucap seorang perempuan paruh baya pada malam 3 hari yang lalu. Sontak aku sangat kaget dengan kabar yang diberi tahu sangat mendadak ini. B elum lagi aku mempunyai pacar, Andrew. Dia sangat ku cintai dia tidak tahu akan semua ini. Memang ini keputusan yang sangat bodoh karena aku hanya ingin melihat kedua orang tua ku bahagia. Mama dan Papaku tidak menyukai Andrew yang sering mengajakku jalan hingga larut malam,aku jadi sering membatah apa yang mereka nasihati kepadaku. Tapi itu semua karena mereka yang egois. “Sayang,kamu sudah siap belum?ini sudah hamper terlambat kita ke gerejanya” ucap mamaku dibalik pintu. “iya mah sebentar, aku mau pake heels ku dulu.” Jawabku sambil menghampiri heels di ranjang sepatu. WAIT……. Aku belum kenalan ya? Mau tau aku? mau tau banget atau mau tau aja? Ih kepo deh :p HAHAHA. Oke, nama ku Zefanya Alinia Allyson ya aku berdarah campuran Indonesia dan Paris. Aku lumayan tinggi,dengan mata coklat yang hanya dimiliku dari seluruh keluarga Allyson. –backtostory-


“Mah, aku gay akin sama ini?apa mama yakin sama keputusan mama dan papa aku menikah dengan justin justin itu?” ucapku tiba2 di dalam mobil perjalanan menuju gereja di tengah kota.
“Mama dan papa sudah berfikir secara masak-masak dengan perjodohan ini. Justin terlihat baik” jawab mamaku. “huh” gerutuku yang di imbangi dengan lipatan tangan di depan dadaku. –skip- 


aku merasa canggung dengan keadaan yang sangat mengganggu ini. hanya diam di dalam kamar sebesar ini. “sudahlah, aku ingin keluar.” Ucapku tbtb di dalam keheningan mala mini. Padahal mala mini menjadi FirstNight ku dengan justin. Tapi aku tidak mau karena ini tidak didasari oleh cinta. “kemana” ucap justin sambil menggamit tanganku. “bukan urusan mu. Aku tidak cinta padamu. Ini pernikahan paksaan. Aku sudah mempunyai kekasih.” Jawabku dingin. Justin melepaskan tanganku dan aku mulai mengganti baju gaun yang sangat ribet ini dengan dress tanpa lengan. “kau akan kedinginan menggunakan itu” ucap justin sambil memberikanku cardingan berwarna putih polos. “tidak usah sok perhatian. Aku tidak suka perhatianmu.” Jawabku dan mengabaikan cardigan dan langsung berlalu dari hadapan justin. Aku segera keluar dan menemui Andrew yang sudah menunggu didepan pagar rumah super besar ini.

-JUSTIN POV-
Aku mendapati Ze yang sedang menaiki mobil Lamborghini hitam. “sepertinya itu pacarnya. Andrew” ucapku dengan suara yang sangat kecil. Aku segera  mengganti pakaian menjadi piyama. Jujur, Ze sangatlah cantik, dia model yang sangat berbakat. Aku mulai mencintainya walau dia tidak membalas cintaku. Aku tak tahu bagaimana kelanjuttan hubungan ini. Ze terlihat bahagia dengan Andrew. Jika dibilang dia tidak mempunyai perasaan,memang! Karena dia seperti tidak menganggapku suaminya. Bahkan, dimalam pertama kita menikah dia tidak memanjakanku seperti suami istri layaknya.

Selesai ku mengganti bajuku, aku dudk di balkon kamar kami. Ya, aku dan Ze. Tapi sekarang hanya aku sendiri disini. “Ze, aku yakin aku akan mencintaimu seperti kau mecintai Andrew, lihat saja aku berjanji akan senantiasa menemani mu” ucapku pelan sambil meneguk the yang disiapkan Nanny tadi.

-ZE POV-
Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. “yatuhan, apa aku berlebihan dengan Justin” gumamku dalam hati sambil berjalan kearah mobil Lambhorgini miik Andrew. “sayang, kau kenapa?” Tanya Andrew membuyarkan lamunanku. “ah..ya aku tidak apa-apa. Aku ingin pulang” jawabku “yasudah, kau terlihat sangat lelah” jawabnya. –skip-

Aku membuka kenop pintu rumah ini. gelap sekali sepertinya Nanny dan Justin sudah tertidur. Aku jalan mengendap-ngendap menaiki tangga dengan menenteng heels ku. Sesampai aku didepan kamar aku membuka kenop pintu kamar kami, ya! Aku dan justin. Terlihat justin tidur membelakangi ku. Aku segera mengganti bajuku. “yatuhan, katakana kepadaku bahwa ini sangat kejam” gumamku dalam hati. Aku menghampiri justin yang tertidur membelakangiku. Aku melihat tengkuk wajahnya, hidungnya yang mancung dengan bibir yang sanagt indah. Jujur aku tidak merasakan cinta sedikit pun pada jarak sedekat ini. “justin, mengapa kau tetap seperti ini. aku tau aku sangat kejam meninggalkanmu pada malam pernikahan kita” ucapku dengan suara yang sangta pelan sambil mengelus rambutnya perlahan. Aku menyadari tindakan ku tadi dan aku langsung tidur disamping justin.

Matahari sudah menampakkan sinarnya melalui2 celah-celah jendela kamar kami. aku melihat kesamping “justin?kemana dia?” kataku. Aku mengernyit bingung pada saat ini justin menghilang sepagi ini. Knock Knock Knock pintu kamarku terketuk “Nyonya, bangun.. kata tuan hari kau ada pemotretan?” kata nani dibalik pintu. “ah.. iya nan, sebentar aku sudah terbangun. Aku akan kebawah untuk sarapan” jawabku teriak dari dalam kamar sambil membangunkan diriku dan menuju Kamar mandi. Aku sudah memakai baju yang mungkin sangat santai karena hari ini aku akan terbang ke London untuk pemotretan sekitar 3 bulan. Aku turun kebawah terlihat justin menggunakan tuxedo hitam yang akan segera pergi ke kantor. “Hey, Good Morning. Sini sarapan bersamaku” ucap justin sangat ramah yang diimbangi dengan senyuman. Aku tidak menjawab sapaannya dan segera menggeser bangku sedikit kebelakang. “kau bangun jam berapa?” Tanya ku sambil mengambil selembar roti tawar dan selai Strawberry. “sejak Pukul 5am”jawabnya dengan makanan yang masih ada dimulutnya. “jika menjawab, telan dulu makanan mu. Nanti kau tersedak” kataku sedikit tegas. Dia tidak menjawab melainkan tersenyum kepadaku. Ya Tuhan mengapa aku sedingin ini kepada suami ku sendiri. Arrggghhhhhh.

“um, justin. Aku akan ke London nanti siang aku akan pemotretan disana sekitar 3 bulan. Kau mengizinkan” tanyaku justin tersedak makanannya. “hah?3bulan? kita saja baru meni-ah sudahlah tidak apa-apa pergilah” jawab justin yang sedikit rabu tapi dia hanya TERSENYUM. Aku tidak menjawab melainkan mengangguk tanda mengerti apa yang dijawab justin tadi. “aku berangkat ke kantor dulu. Nanti jika kau ingin ku antar ke Airport telfon saja aku” katanya “baiklah. Segeralah pergi, nanti kau terlambat” jawabku. Dia tidak menjawab tetapi mengangguk dan tersenyum LAGI.

Aku mulai mengemasi barang2 ku yang ku perlukan selama 3 bulan di London. “apa aku ke London bersama Andrew saja? Tapi bagaimana dengan justin? Apa aku terlalu jahat kepadanya?” kataku pelan kepada diriku sendiri. “ah sudahlah, aku berangkat sendiri saja kesana. Aku akan meminta justin mengantarku ke airport. Lgipula Andrew sejak tadi pagi tidak ada kabar” ucapku sambil sibuk mengemasi alat make up ku.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Aku mengambil iphone ku dan menelfon justin. –otp on- “justin, aku ingin kau mengantarku ke airport. Kau bisa?” “…………………” “baiklah terima kasih” “…………” “iya, aku sudah menyiapkan semuanya” “…………………..” “oke” –otp off-    aku turun menuruni anak tangga dirumah ini. didepan sudah ada justin yang baru keluar dari mobil Ferrarinya.  aku langsung menaruh koperku ke bagasi dan masuk ke mobil justin. Selama perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang terucap. –skip sampe- “kau hati-hati ya” kata justin sambil mengeluarkan koperku dari bagasi. Aku hanya menggangguk dengan muka jutek yang ku ciptakan(?) justin hanya diam dan mengikuti berjalan. “justin, cukup kau mengantarku sampai sini saja. Aku akan Boarding dan segera terbang ke London.” Kataku dingin “yasudah. Hati-hati” kata justin sambil tersenyum . aku tidak mengajawab dan langsung pergi.

-JUSTIN POV-
aku melihat Ze yang masuk kedalam dan segera boarding. Sungguh, apa ini bisa dikatakan tega? Kita belum belum 3 hari menikah Ze sudah menionggalkan ku untuk kepentingan karirnya. Saat aku berjalan aku seperti mengingat sesuatu. “astaga, 3 bulan lagi?Tepat! Pada tanggal 1 Desember Ze ulang tahun yang ke 20 tahun. Aku akan menyiapkan kejutan untuknya” kataku berbicara sendiri.
-SKIP 3 BULAN KEMUDIAN-
Hari ini adalah h-1 ulang tahun istriku, Ze. Aku sudah menyiapkan semua yang akan ku beri kepada ze besok. –otp on- “ze, kau besok sampai jam berapa?” “…………….” “mau aku jemput” “………….” “oh yasudah. hati-hati” “……………….” –otp off-  Ze, sampai sini sekitar jam 1pm. Kebetulan sekali pada saat makan siang. “Tuan…makanan untuk besok saya yang memasak apa tuan yang memesan catering?” ucap Nanny dibalik pintu yang membuat ku menengok kea rah pintu. “aku yang akan memasak, Nan.” Jawab ku “tuan yakin? Yasudah saya akan membeli bahan-bahan untuk besok’ jawab nanny “haha, iya aku sangat yakin. Yasudah. nanti apa yang akan kau beli aku tulis di memo” jawab ku “baiklah” jawab nanny.

-skip-
Aku sudah selesai mandi dan segera menuju kebawah untuk sarapan. Sebelum sarapan aku menulis behana-bahan yang akan dibeli nanny nanti siang. “nanny… bahan-bahannya sudah ku tuliskan di memo yaaaaa” ucapku sambil teriak. “iya tuannnnn…” jawab nanny teriak juga. -_- sopan.





Cahaya matahari yang sudah terlanjur membangunkan ku dari tidur ku yang lelap ini. hari ini aku sangat senang karena akan merayakan ulang tahun istriku dengan kejutan yang sudah ku siapkan. Aku berjalan kebelakang rumah yang terdapat kolam renang dengan tulisan “HAPPY BIRTHDAY ZE” yang di susun menggunakan kelopak bunga mawar.  Hari aku tidak kerja karena aku akan menyiapkan semuanya. Ze katanya ingin naik taksi dan otomatis ini menjadi waktu yang sangat banyak agarku bisa menyiapkan semuanya dengan sangat maksimal.
-skip-
Semua makanan sudah siap dan tersaji sangat cantik di meja bundar samping kolan renang. Aku sangat menunggu moment dimana aku memberikan hadiah kepada ze nanti. Aku yakin hadiah ku ini akan membuatnya sangat senang. Kulihat arlogiku sudah menunjukkan pukul 1pm tetapi tidak ada tanda2 ze pulang. Aku sudah mencoba berkali-kali menelepon ia dan mengirimkan text tetapi tak adan balasan sama sekali,iphonenya pun mati. Ini membuatku sangat khawatir.
-skip-
Kulihat di arlogiku sudah menunjukkan pukul 5pm. Ah, kemana perempuan ini. aku telah menunggunya 5 jam tetapi tidak ada tanda2 ia pulang. Aku memutuskan untuk mencarinya. Aku mencarinya di studio biasa dia pemotretan tetapi nihil. Di semua tempat yang pernah dikunjunginya pun sudah ku cari tetapi nihil. Shit! Hujan. Aku sedang tidak menggunakan mobil karena aku ingin menempuh perjalan dengan cepat. Aku memutuskan untuk pulang. Aku sangat kacau perasaan kecewa,khwatir,dan segala macam perasaan berkecamuk didalam hatiku. Setelah sampai rumah aku langsung menendang meja yang sudah ada makanan yang telah ku masak tadi kolam renang sudah ku siram agar kelopak bunga mawar itu berantakan. Aku ke kamar dan TIDUR._.

-ze pov-

Ku lihat arlogi ku menunjukkan pukul 1am. Dari bandara aku tidak pulang kerumah tetapi kerumah Andrew karna aku malas bertemu dengan bieber. Dia selalu bertanya ini itu aku sangat tidak suka. Aku pulang di antar Andrew karna aku tadi tertidur dirumahnya karna takut terjadi apa2 aku diantar olehnya. “drew, makasih ya” ucapku kepada Andrew yang sudah sampai didepan rumah justin. “ya..” jawab Andrew. Aku tidak merespon jawan dari Andrew dan aku langsung masuk kedalam. Saat ku masuk semua lampu dimatikan tidak seperti biasanya. Aku jalan mengendap-ngendap danlagi-lagi seperti maling. Sebelum kekamar aku kedapur untuk mengambil minum kebetulan kolam renang berda tepat disamping dapur dan hanya dibatasi dengan kaca. Aku melihat disitu sangat berantakan dan di kolam renang terdapat sangat banyak kelopak bunga mawar. Aku mengernyitkan dahi ku dan yak1 aku melihat ada pecahan piring,gelas,botol wine dan satu kotak yang dibungkus dengan kertas kado. Aku mengambil itu mulai membuka tetapi…. “Itu dari tuan justin” terdengar suara nanny tepat dibelakang ku. “maksudmu?” Tanyaku “iya, itu semua yang menyiapkan tuan justin. Dia menyusun beribu2 kelopak bunga mawar yang ia pesan 2minggu yang lalu untuk menyusun kata-kata “HAPPY BITRHDAY ZE” yang akan ia tunjukkan kepada nyonya tepat pada makan siang tadi. Tuan justin juga memasak untuk nyonya. Aku yang berbelanja bahan-bahannya. Tetapi pada saat malam hari setelah ia pulang mencari nyonya dia sangat berantakan dia memberantakan semuanya. Dan jadilah seperti ini” jawab nanny panjang lebar. Aku hanya diam dan memandangi kotak kecil yang dibungkus kertas kado. “dan itu kado dari tuan justin. Sebuah kalung dengan berlian yang mungkin sangat langka untuk didapat. Dia beli itu 4minggu sebelum ini semua” lanjut nanny. Aku meneteskan air mataku. Apa aku sekejam itu kepadanya? Sampai aku mengabaikan dia. Yatuhan istri macam apa aku ini. aku mengabaikan nanny dan langsung lari ke kamar justin. Terlihat justin terlelap dengan jaket kulitnya. Aku menghampirinya dan memandanginya sanagt dalam. Tiba2 justin terbagun. “um.. hey, kamu udah pulang? Hap—“ dia belum selesai berbicara aku langsung memlukanya sanagt eraaaattttt .-. “justin, maafin aku. Aku tau aku yang salah ngabaiin kamu. Maafin aku jstin, aku selama ini bodoh malah mementingkan Andrew yang jelas2 tak tahu arah hubungan aku dan dia maafkan aku justin aku janji akan memutuskan Andrew dan aku akan menjadi istri yang baik untukmu” sela ku di tengah2 ucapan justin yang belum selesai tadi. “hey..hey kamu gausah maksain apa yg kamu belum pikirin bener2.” Jawab justin sambil ngelepas pelukan dan mengelap airmata ku. “aku sudah memikirkan ini.” jawab ku semangat. “tap—“ justin belum selesai berbicara dan aku langsung mencium bibirnya daaaannnnnnnn first night.___.

-skip 17 tahun kemudian- .-----------------------------.
Aku sudah mempunyai anak dia bernama William Anjosen Bieber. Dia kurang dekat dengan justin karena kejadian sewaktu dulu ia masih berumur 5 tahun justin menggalkannya untuk dinas selama 3 tahun. Andrew sering bermain kerumah sekedar menengok keadaanku. Tetapi pada saat 3 hari sebelum justin yang dijadwalkan pulang Will memanggil Andrew dengan sebutan “ayah” itu yang selama ini aku takutkan.

Hari ini aku,justin dan Will akan pindah ke LA karena justin ada dinas disana dan di tempatkan disitu untuk mengawasi proyek. Mungkin kami akan menetap disana. “just, udah diperiksa mobilnya?” tanyaku sebelum berangkat ke airport. Sungguh perasaanku sangatlah tidak enak. Aku mengabaikan perasaan tidak enak tadi dan segera menaiki mobil. “iya udah semuanya kok. Kamu tenang aja”  jawab justin yang sudah duduk disampingku. “Will, kamu nanti di LA ga mamah kasih bawa mobil ya. Kamu harus serius belajar” ucapku ke will “iya maaahhh” jawab will. Dia memang anak yang penurut . tetapi dia tidak turut kepada justin hingga sampai saat ini dia masih menganggap justin ayah tirinya dan Andrew adalah ayah kandungnya. Teganyaaaaa-_-

“ze, remnya blong” ucap justin tbtb yg mebuatku panik. “justin kau jangan bercanda. Td katamu semuanya baik2 saja” jawabku panic. “tadi aku sudah mengeceknya semuanya baik2 saja” jawab justin yang tidak kalah panic. “buka pintunya dan kamu lompat sama will. Will cepet nak” jawab justin kepada aku dan will. “tapi, kamu gimana?” tanyaku “sudah, aku tak usah kau khawatirkan”  jawab justin. “tapi just—“ “SUDAH TIDAK USAH MENGKHAWATIRKAN KU CEPAT KELUAR” bentak justin memotong omonganku. Aku tak piker panjang dan langsung lompat. Aku tengguling-guling.-. . terasa sangat pusing dank au memegang kepala ku yang berdarah. Aku melihat lurus buram-buram terlihat orang2 sedang bergerombol tidak piker panjang aku langsung menghampirinya.

-skip-
Hari ini adalah hari pemakaman justin. Aku dari 2 hari yang lalu tidak berhenti menangis mataku seperti ingin keluar dari tempatnya.  Justin sudah dimakamkan. Aku sudah menjelaskan semuanya kepada will, will yang tahu sejak 2 hari kemarin jusga tidak berhenti menangis. “kau harus menjadi seperti papahmu. Kuat. Sabar. Teruskan apa yng mesti kau teruskan. Mama janji akan di samping kamu selamanya.” Ucapku didalam mobil. Will tidak menjawab dan memelukku erat dan menangis.

-END-


THANKS FOR READING MY BSS. SORRY FOR ANY TYPO #MuchLove ;D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar