I DO NOT KNOW HOW RETRIEVE GRAIN ROSE PETALS AND THAT TEARS.
Matahari mulai menampakkan sinarnya melalui celah-celah
jendela kamarku. Begitupun dengan aku yang sudah siap di depan meja riasku
untuk merias wajahku yang mungil ini dengan mata berwarna coklat. “Bagaimana
ini,apa dia akan mencintaiku nanti?” gumamku sambil melihat kea rah cermin yang
menampakkan diriku. Aku sangat takut dengan semua ini, aku takut nanti ia tidak
akan mencintaiku. Aku takut ia akan menyiksa ku seperti di film-film yang
pernah ku tonton. Aku takut ia tidak menganggapku ada setelah pernikahan ini.
YAP! Hari ini adalah hari pernikahanku dengan seorang anak rekan Papah ku, Om
Jeremy. Ini adalah pernikahan terpaksa yang hanya didasari janji sewaktu SMA
kedua orang tua kami. “Kami akan menjodohkanmu dengan anak kami, Justin Drew
Bieber” ucap seorang perempuan paruh baya pada malam 3 hari yang lalu. Sontak aku
sangat kaget dengan kabar yang diberi tahu sangat mendadak ini. B elum lagi aku
mempunyai pacar, Andrew. Dia sangat ku cintai dia tidak tahu akan semua ini.
Memang ini keputusan yang sangat bodoh karena aku hanya ingin melihat kedua
orang tua ku bahagia. Mama dan Papaku tidak menyukai Andrew yang sering
mengajakku jalan hingga larut malam,aku jadi sering membatah apa yang mereka nasihati
kepadaku. Tapi itu semua karena mereka yang egois. “Sayang,kamu sudah siap
belum?ini sudah hamper terlambat kita ke gerejanya” ucap mamaku dibalik pintu.
“iya mah sebentar, aku mau pake heels ku dulu.” Jawabku sambil menghampiri
heels di ranjang sepatu. WAIT……. Aku belum kenalan ya? Mau tau aku? mau tau
banget atau mau tau aja? Ih kepo deh :p HAHAHA. Oke, nama ku Zefanya Alinia
Allyson ya aku berdarah campuran Indonesia dan Paris. Aku lumayan tinggi,dengan
mata coklat yang hanya dimiliku dari seluruh keluarga Allyson. –backtostory-
“Mah, aku gay akin sama ini?apa mama yakin sama keputusan
mama dan papa aku menikah dengan justin justin itu?” ucapku tiba2 di dalam
mobil perjalanan menuju gereja di tengah kota.
“Mama dan papa sudah berfikir secara masak-masak dengan
perjodohan ini. Justin terlihat baik” jawab mamaku. “huh” gerutuku yang di
imbangi dengan lipatan tangan di depan dadaku. –skip-
aku merasa canggung dengan keadaan yang sangat mengganggu
ini. hanya diam di dalam kamar sebesar ini. “sudahlah, aku ingin keluar.”
Ucapku tbtb di dalam keheningan mala mini. Padahal mala mini menjadi FirstNight
ku dengan justin. Tapi aku tidak mau karena ini tidak didasari oleh cinta.
“kemana” ucap justin sambil menggamit tanganku. “bukan urusan mu. Aku tidak
cinta padamu. Ini pernikahan paksaan. Aku sudah mempunyai kekasih.” Jawabku
dingin. Justin melepaskan tanganku dan aku mulai mengganti baju gaun yang
sangat ribet ini dengan dress tanpa lengan. “kau akan kedinginan menggunakan
itu” ucap justin sambil memberikanku cardingan berwarna putih polos. “tidak
usah sok perhatian. Aku tidak suka perhatianmu.” Jawabku dan mengabaikan cardigan
dan langsung berlalu dari hadapan justin. Aku segera keluar dan menemui Andrew
yang sudah menunggu didepan pagar rumah super besar ini.
-JUSTIN POV-
Aku mendapati Ze yang sedang menaiki mobil Lamborghini
hitam. “sepertinya itu pacarnya. Andrew” ucapku dengan suara yang sangat kecil.
Aku segera mengganti pakaian menjadi
piyama. Jujur, Ze sangatlah cantik, dia model yang sangat berbakat. Aku mulai
mencintainya walau dia tidak membalas cintaku. Aku tak tahu bagaimana
kelanjuttan hubungan ini. Ze terlihat bahagia dengan Andrew. Jika dibilang dia
tidak mempunyai perasaan,memang! Karena dia seperti tidak menganggapku
suaminya. Bahkan, dimalam pertama kita menikah dia tidak memanjakanku seperti
suami istri layaknya.
Selesai ku mengganti bajuku, aku dudk di balkon kamar kami.
Ya, aku dan Ze. Tapi sekarang hanya aku sendiri disini. “Ze, aku yakin aku akan
mencintaimu seperti kau mecintai Andrew, lihat saja aku berjanji akan
senantiasa menemani mu” ucapku pelan sambil meneguk the yang disiapkan Nanny
tadi.
-ZE POV-
Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
“yatuhan, apa aku berlebihan dengan Justin” gumamku dalam hati sambil berjalan
kearah mobil Lambhorgini miik Andrew. “sayang, kau kenapa?” Tanya Andrew
membuyarkan lamunanku. “ah..ya aku tidak apa-apa. Aku ingin pulang” jawabku
“yasudah, kau terlihat sangat lelah” jawabnya. –skip-
Aku membuka kenop pintu rumah ini. gelap sekali sepertinya
Nanny dan Justin sudah tertidur. Aku jalan mengendap-ngendap menaiki tangga
dengan menenteng heels ku. Sesampai aku didepan kamar aku membuka kenop pintu
kamar kami, ya! Aku dan justin. Terlihat justin tidur membelakangi ku. Aku
segera mengganti bajuku. “yatuhan, katakana kepadaku bahwa ini sangat kejam”
gumamku dalam hati. Aku menghampiri justin yang tertidur membelakangiku. Aku
melihat tengkuk wajahnya, hidungnya yang mancung dengan bibir yang sanagt
indah. Jujur aku tidak merasakan cinta sedikit pun pada jarak sedekat ini.
“justin, mengapa kau tetap seperti ini. aku tau aku sangat kejam meninggalkanmu
pada malam pernikahan kita” ucapku dengan suara yang sangta pelan sambil
mengelus rambutnya perlahan. Aku menyadari tindakan ku tadi dan aku langsung
tidur disamping justin.
Matahari sudah menampakkan sinarnya melalui2 celah-celah
jendela kamar kami. aku melihat kesamping “justin?kemana dia?” kataku. Aku
mengernyit bingung pada saat ini justin menghilang sepagi ini. Knock Knock
Knock pintu kamarku terketuk “Nyonya, bangun.. kata tuan hari kau ada
pemotretan?” kata nani dibalik pintu. “ah.. iya nan, sebentar aku sudah
terbangun. Aku akan kebawah untuk sarapan” jawabku teriak dari dalam kamar
sambil membangunkan diriku dan menuju Kamar mandi. Aku sudah memakai baju yang
mungkin sangat santai karena hari ini aku akan terbang ke London untuk
pemotretan sekitar 3 bulan. Aku turun kebawah terlihat justin menggunakan
tuxedo hitam yang akan segera pergi ke kantor. “Hey, Good Morning. Sini sarapan
bersamaku” ucap justin sangat ramah yang diimbangi dengan senyuman. Aku tidak
menjawab sapaannya dan segera menggeser bangku sedikit kebelakang. “kau bangun
jam berapa?” Tanya ku sambil mengambil selembar roti tawar dan selai
Strawberry. “sejak Pukul 5am”jawabnya dengan makanan yang masih ada dimulutnya.
“jika menjawab, telan dulu makanan mu. Nanti kau tersedak” kataku sedikit tegas.
Dia tidak menjawab melainkan tersenyum kepadaku. Ya Tuhan mengapa aku sedingin
ini kepada suami ku sendiri. Arrggghhhhhh.
“um, justin. Aku akan ke London nanti siang aku akan
pemotretan disana sekitar 3 bulan. Kau mengizinkan” tanyaku justin tersedak
makanannya. “hah?3bulan? kita saja baru meni-ah sudahlah tidak apa-apa
pergilah” jawab justin yang sedikit rabu tapi dia hanya TERSENYUM. Aku tidak
menjawab melainkan mengangguk tanda mengerti apa yang dijawab justin tadi. “aku
berangkat ke kantor dulu. Nanti jika kau ingin ku antar ke Airport telfon saja
aku” katanya “baiklah. Segeralah pergi, nanti kau terlambat” jawabku. Dia tidak
menjawab tetapi mengangguk dan tersenyum LAGI.
Aku mulai mengemasi barang2 ku yang ku perlukan selama 3
bulan di London. “apa aku ke London bersama Andrew saja? Tapi bagaimana dengan
justin? Apa aku terlalu jahat kepadanya?” kataku pelan kepada diriku sendiri.
“ah sudahlah, aku berangkat sendiri saja kesana. Aku akan meminta justin
mengantarku ke airport. Lgipula Andrew sejak tadi pagi tidak ada kabar” ucapku
sambil sibuk mengemasi alat make up ku.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Aku mengambil iphone
ku dan menelfon justin. –otp on- “justin, aku ingin kau mengantarku ke airport.
Kau bisa?” “…………………” “baiklah terima kasih” “…………” “iya, aku sudah menyiapkan
semuanya” “…………………..” “oke” –otp off- aku turun menuruni anak tangga dirumah ini.
didepan sudah ada justin yang baru keluar dari mobil Ferrarinya. aku langsung menaruh koperku ke bagasi dan
masuk ke mobil justin. Selama perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang
terucap. –skip sampe- “kau hati-hati ya” kata justin sambil mengeluarkan
koperku dari bagasi. Aku hanya menggangguk dengan muka jutek yang ku
ciptakan(?) justin hanya diam dan mengikuti berjalan. “justin, cukup kau
mengantarku sampai sini saja. Aku akan Boarding dan segera terbang ke London.”
Kataku dingin “yasudah. Hati-hati” kata justin sambil tersenyum . aku tidak
mengajawab dan langsung pergi.
-JUSTIN POV-
aku melihat Ze yang masuk kedalam dan segera boarding.
Sungguh, apa ini bisa dikatakan tega? Kita belum belum 3 hari menikah Ze sudah
menionggalkan ku untuk kepentingan karirnya. Saat aku berjalan aku seperti
mengingat sesuatu. “astaga, 3 bulan lagi?Tepat! Pada tanggal 1 Desember Ze
ulang tahun yang ke 20 tahun. Aku akan menyiapkan kejutan untuknya” kataku
berbicara sendiri.
-SKIP 3 BULAN KEMUDIAN-
Hari ini adalah h-1 ulang tahun istriku, Ze. Aku sudah
menyiapkan semua yang akan ku beri kepada ze besok. –otp on- “ze, kau besok
sampai jam berapa?” “…………….” “mau aku jemput” “………….” “oh yasudah. hati-hati”
“……………….” –otp off- Ze, sampai sini
sekitar jam 1pm. Kebetulan sekali pada saat makan siang. “Tuan…makanan untuk
besok saya yang memasak apa tuan yang memesan catering?” ucap Nanny dibalik pintu
yang membuat ku menengok kea rah pintu. “aku yang akan memasak, Nan.” Jawab ku
“tuan yakin? Yasudah saya akan membeli bahan-bahan untuk besok’ jawab nanny
“haha, iya aku sangat yakin. Yasudah. nanti apa yang akan kau beli aku tulis di
memo” jawab ku “baiklah” jawab nanny.
-skip-
Aku sudah selesai mandi dan segera menuju kebawah untuk
sarapan. Sebelum sarapan aku menulis behana-bahan yang akan dibeli nanny nanti
siang. “nanny… bahan-bahannya sudah ku tuliskan di memo yaaaaa” ucapku sambil
teriak. “iya tuannnnn…” jawab nanny teriak juga. -_- sopan.
Cahaya matahari yang sudah terlanjur membangunkan ku dari
tidur ku yang lelap ini. hari ini aku sangat senang karena akan merayakan ulang
tahun istriku dengan kejutan yang sudah ku siapkan. Aku berjalan kebelakang
rumah yang terdapat kolam renang dengan tulisan “HAPPY BIRTHDAY ZE” yang di
susun menggunakan kelopak bunga mawar.
Hari aku tidak kerja karena aku akan menyiapkan semuanya. Ze katanya
ingin naik taksi dan otomatis ini menjadi waktu yang sangat banyak agarku bisa
menyiapkan semuanya dengan sangat maksimal.
-skip-
Semua makanan sudah siap dan tersaji sangat cantik di meja
bundar samping kolan renang. Aku sangat menunggu moment dimana aku memberikan
hadiah kepada ze nanti. Aku yakin hadiah ku ini akan membuatnya sangat senang.
Kulihat arlogiku sudah menunjukkan pukul 1pm tetapi tidak ada tanda2 ze pulang.
Aku sudah mencoba berkali-kali menelepon ia dan mengirimkan text tetapi tak
adan balasan sama sekali,iphonenya pun mati. Ini membuatku sangat khawatir.
-skip-
Kulihat di arlogiku sudah menunjukkan pukul 5pm. Ah, kemana
perempuan ini. aku telah menunggunya 5 jam tetapi tidak ada tanda2 ia pulang.
Aku memutuskan untuk mencarinya. Aku mencarinya di studio biasa dia pemotretan
tetapi nihil. Di semua tempat yang pernah dikunjunginya pun sudah ku cari
tetapi nihil. Shit! Hujan. Aku sedang tidak menggunakan mobil karena aku ingin
menempuh perjalan dengan cepat. Aku memutuskan untuk pulang. Aku sangat kacau
perasaan kecewa,khwatir,dan segala macam perasaan berkecamuk didalam hatiku.
Setelah sampai rumah aku langsung menendang meja yang sudah ada makanan yang
telah ku masak tadi kolam renang sudah ku siram agar kelopak bunga mawar itu
berantakan. Aku ke kamar dan TIDUR._.
-ze pov-
Ku lihat arlogi ku menunjukkan pukul 1am. Dari bandara aku
tidak pulang kerumah tetapi kerumah Andrew karna aku malas bertemu dengan
bieber. Dia selalu bertanya ini itu aku sangat tidak suka. Aku pulang di antar
Andrew karna aku tadi tertidur dirumahnya karna takut terjadi apa2 aku diantar
olehnya. “drew, makasih ya” ucapku kepada Andrew yang sudah sampai didepan
rumah justin. “ya..” jawab Andrew. Aku tidak merespon jawan dari Andrew dan aku
langsung masuk kedalam. Saat ku masuk semua lampu dimatikan tidak seperti
biasanya. Aku jalan mengendap-ngendap danlagi-lagi seperti maling. Sebelum
kekamar aku kedapur untuk mengambil minum kebetulan kolam renang berda tepat
disamping dapur dan hanya dibatasi dengan kaca. Aku melihat disitu sangat
berantakan dan di kolam renang terdapat sangat banyak kelopak bunga mawar. Aku
mengernyitkan dahi ku dan yak1 aku melihat ada pecahan piring,gelas,botol wine
dan satu kotak yang dibungkus dengan kertas kado. Aku mengambil itu mulai
membuka tetapi…. “Itu dari tuan justin” terdengar suara nanny tepat dibelakang
ku. “maksudmu?” Tanyaku “iya, itu semua yang menyiapkan tuan justin. Dia
menyusun beribu2 kelopak bunga mawar yang ia pesan 2minggu yang lalu untuk
menyusun kata-kata “HAPPY BITRHDAY ZE” yang akan ia tunjukkan kepada nyonya
tepat pada makan siang tadi. Tuan justin juga memasak untuk nyonya. Aku yang
berbelanja bahan-bahannya. Tetapi pada saat malam hari setelah ia pulang
mencari nyonya dia sangat berantakan dia memberantakan semuanya. Dan jadilah
seperti ini” jawab nanny panjang lebar. Aku hanya diam dan memandangi kotak
kecil yang dibungkus kertas kado. “dan itu kado dari tuan justin. Sebuah kalung
dengan berlian yang mungkin sangat langka untuk didapat. Dia beli itu 4minggu
sebelum ini semua” lanjut nanny. Aku meneteskan air mataku. Apa aku sekejam itu
kepadanya? Sampai aku mengabaikan dia. Yatuhan istri macam apa aku ini. aku
mengabaikan nanny dan langsung lari ke kamar justin. Terlihat justin terlelap
dengan jaket kulitnya. Aku menghampirinya dan memandanginya sanagt dalam. Tiba2
justin terbagun. “um.. hey, kamu udah pulang? Hap—“ dia belum selesai berbicara
aku langsung memlukanya sanagt eraaaattttt .-. “justin, maafin aku. Aku tau aku
yang salah ngabaiin kamu. Maafin aku jstin, aku selama ini bodoh malah
mementingkan Andrew yang jelas2 tak tahu arah hubungan aku dan dia maafkan aku
justin aku janji akan memutuskan Andrew dan aku akan menjadi istri yang baik
untukmu” sela ku di tengah2 ucapan justin yang belum selesai tadi. “hey..hey
kamu gausah maksain apa yg kamu belum pikirin bener2.” Jawab justin sambil
ngelepas pelukan dan mengelap airmata ku. “aku sudah memikirkan ini.” jawab ku
semangat. “tap—“ justin belum selesai berbicara dan aku langsung mencium
bibirnya daaaannnnnnnn first night.___.
-skip 17 tahun kemudian- .-----------------------------.
Aku sudah mempunyai anak dia bernama William Anjosen Bieber.
Dia kurang dekat dengan justin karena kejadian sewaktu dulu ia masih berumur 5
tahun justin menggalkannya untuk dinas selama 3 tahun. Andrew sering bermain
kerumah sekedar menengok keadaanku. Tetapi pada saat 3 hari sebelum justin yang
dijadwalkan pulang Will memanggil Andrew dengan sebutan “ayah” itu yang selama
ini aku takutkan.
Hari ini aku,justin dan Will akan pindah ke LA karena justin
ada dinas disana dan di tempatkan disitu untuk mengawasi proyek. Mungkin kami
akan menetap disana. “just, udah diperiksa mobilnya?” tanyaku sebelum berangkat
ke airport. Sungguh perasaanku sangatlah tidak enak. Aku mengabaikan perasaan
tidak enak tadi dan segera menaiki mobil. “iya udah semuanya kok. Kamu tenang
aja” jawab justin yang sudah duduk
disampingku. “Will, kamu nanti di LA ga mamah kasih bawa mobil ya. Kamu harus
serius belajar” ucapku ke will “iya maaahhh” jawab will. Dia memang anak yang
penurut . tetapi dia tidak turut kepada justin hingga sampai saat ini dia masih
menganggap justin ayah tirinya dan Andrew adalah ayah kandungnya.
Teganyaaaaa-_-
“ze, remnya blong” ucap justin tbtb yg mebuatku panik.
“justin kau jangan bercanda. Td katamu semuanya baik2 saja” jawabku panic.
“tadi aku sudah mengeceknya semuanya baik2 saja” jawab justin yang tidak kalah
panic. “buka pintunya dan kamu lompat sama will. Will cepet nak” jawab justin
kepada aku dan will. “tapi, kamu gimana?” tanyaku “sudah, aku tak usah kau
khawatirkan” jawab justin. “tapi just—“
“SUDAH TIDAK USAH MENGKHAWATIRKAN KU CEPAT KELUAR” bentak justin memotong
omonganku. Aku tak piker panjang dan langsung lompat. Aku tengguling-guling.-.
. terasa sangat pusing dank au memegang kepala ku yang berdarah. Aku melihat
lurus buram-buram terlihat orang2 sedang bergerombol tidak piker panjang aku
langsung menghampirinya.
-skip-
Hari ini adalah hari pemakaman justin. Aku dari 2 hari yang
lalu tidak berhenti menangis mataku seperti ingin keluar dari tempatnya. Justin sudah dimakamkan. Aku sudah
menjelaskan semuanya kepada will, will yang tahu sejak 2 hari kemarin jusga
tidak berhenti menangis. “kau harus menjadi seperti papahmu. Kuat. Sabar.
Teruskan apa yng mesti kau teruskan. Mama janji akan di samping kamu
selamanya.” Ucapku didalam mobil. Will tidak menjawab dan memelukku erat dan
menangis.
THANKS FOR READING MY BSS. SORRY FOR ANY TYPO #MuchLove ;D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar