BE YOURSELF, SURE TO GOD, LOVE FAMILY, AND ALWAYS DO MY BEST

Selasa, 03 September 2013

Airmata Terakhir

ini cuma curhatan tapi gue kembangin doang si ini kehidupan nyata gue si-_-

ENJOY! tenang ga sedih-sedih amat sih palingan buat kalian pada nangis._.v




Nafas tercekak terakhir yang aku aku coba untuk keluarkan mungkin pada tanggal tepat 22 Mei 2013 disaat kurang lebih tepat pada pukul 11 siang orang yang selama ini aku sayangi,aku kasihi,aku tatap wajahnya dengan sangat seksama dengan airmata yang sedemikian lamanya ku pendam dengan sekuat tenaga ku, dengan sekuat iman ku, dengan sekuat khayalan ku bahwa kejadian itu tidak akan pernah terjadi diantara kami, Kematian. nafas terakhir,genggaman terakhir,dua bola mata yang terakhir ku lihat terlihat kuning karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya,terakhir kalinya aku mencium pipinya tapi air mata itu tak bisa aku tahan untuk tidak membasahi pipinya namun sangat disayangkan tidak bisa. MENANGIS hanay menangis dan PENYESALAN yang kami rasakan waktu itu.

Rasa khayalan ku yang hal tersebut tidak akan pernah terjadi ternyata sangat salah besar, nihil! khayalan yang aku kira dapat menenangkan bahkan waktu itu membuatku memburuk. Tanpa kata terakhir dia menutup matanya dengan nafas yang tersisa hanya untuk 1 detik, dengan warna yang ia lihat dengan kedua matanya hanya untuk beberapa detik, dengan sekejap mata ia pergi, ke alamn lain. Tangisan kami membeludak, sangat keras, sangat terharu. Bahkan saat itu aku merasa ingin ikut dengannya menghadapi gelapnya alam kubur bersama menghadapi alam kubur dengan gelak tawa. MUSTAHIL. hanya itu mungkin yang kupikirkan saat itu.


Dengan modal doa dan keahlian mengaji ku aku ajikan dia, dengan modal baju kemeja panjang denga celana training sekolah ku dengan kerudung hitam aku duduk memegang surat yasin yang mungkin sudah sanagt sering dipakainya untuk mengajikan ibunya yang terlebih dahulu pergi meninggalkan. sungguh jika aku dapat mendeskripsikan disini akan ku deskripsikan suasana waktu itu, akan ku deskripsikan apa yang aku keliarkan dari mataku, mungkin hanya air mata menurut kalian tetapi tidak penyesalan,memori,lamunan,dan sebagainya terkumpul dimataku. namun aku tahan itu semua agar Mama ku dapat tenang dan bisa belajar untuk tidak memelukku dan tidak menungguku di depan gang rumah sampai aku mendapati anggkot untuk menjadikan angkot itu alat transportasi kesekolah, tapi apa daya? hanya tinggal kenangs. HA-HA-HA tertawa miris setiap hari menganggap semua ini tidak pernah terjadi dan tidak ada kehidupan dan kematian tetapi apa? semuanya terlambat hanya penyesalan. Kini airmata terakhir yang ku teteskan sia-sia karena semuanya hanya tinggal kenangan dan PENYESALAN.



thx for reading!

1 komentar: